25 Feb 2012

Enam Point Meraih Kemenangan



Pemilihan Umum (Pemilu) kurang dari satu tahun lagi. Namun, sejumlah partai politik Islam belum mengambil ancang-ancang. Koalisi parpol Islam pun masih belum terbentuk. Ironisnya, tidak sedikit dari mereka yang dililit konflik internal dan diperkirakan akan berjalan terseok-seok di Pemilu 2004 nanti.
Hal ini diakui Ketua Partai Ummat Islam (PUI) Prof. Dr. Deliar Noer. “Jalannya partai Islam belum bersama-sama, tapi sendiri-sendiri,” katanya. Namun, Deliar optimis umat Islam dapat keluar dari persoalan ini dengan menjalin kembali kerjasama yang baik antar-partai Islam.
Berikut langkah-langkah yang dapat ditempuh partai-partai Islam guna meraih kemenangan pada pemilu 2004 nanti:

Membentuk koalisi partai Islam.
Sejumlah pengamat memperkirakan, di era multi-partai ini tidak ada satu partai pun yang mampu meraih suara mayoritas (single majority ). Suara yang didapat partai-partai politik diperkirakan berada di bawah 50%. Dalam keadaan seperti ini, langkah paling baik untuk mencapai tujuan parpol Islam adalah dengan membangun koalisi antar-parpol Islam. “Masing-masing harus berkoalisi,” kata Ketua Partai Bulan Bintang Nur Syamsi Nurlan.

Koalisi antar-parpol Islam ini telah teruji. Tengok saja di pemilu 1999, tanpa diduga banyak pihak, strategi ini mampu menempatkan seorang presiden dari partai yang angka suaranya kecil. Jika koalisi tercipta sejak sekarang, maka peluang memenangkan satu ‘pertempuran’ politik akan semakin lebar.

Menyatukan visi dan misi parpol Islam.
Terbentuknya satu partai politik Islam adalah langkah ideal. Namun, kondisi lapangan partai-partai Islam tampaknya belum memungkinkan ke arah sana. Tapi, bukan berarti kerjasama antar-partai politik Islam berhenti sampai di situ. Menyatukan visi dan misi partai Islam adalah langkah selanjutnya.

Hal ini dibenarkan Anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPP) Faisal Ba’asyir. Menurutnya, di kondisi partai Islam yang terpuruk saat ini, menyamakan visi antar-parpol Islam menjadi tanggung jawab semua. Jika hal ini tidak dilakukan, ujarnya, maka umat Islam tidak akan memperoleh perubahan signifikan. “Tidak akan ada perubahan yang berarti,” katanya, serius.

Mengusung kepentingan Islam.
Yang membedakan partai Islam dengan partai selain Islam adalah kepentingan yang diperjuangkannya. Kepentingan yang diperjuangkan partai Islam tentu saja Islam itu sendiri. Kalau partai-partai Islam ingin besar, maka mereka harus mampu memberikan penjelasan ke masyarakat.

Hal ini dibenarkan Guru Besar Sejarah Unpad Prof. Mansur Suryanegara. Selama ini, kata Mansur, tak jarang rakyat salah tangkap terhadap parpol Islam. Sehingga, umat mempunyai kesan buruk terhadap parpol Islam. Mereka menyimpulkan parpol Islam sering bertengkar, pecah dan tak kompak. “Parpol Islam harus mampu mengubah imej tersebut,” katanya.

Menyentuh problem masyarakat.
Orientasi partai politik pada kepentingan rakyat, terbukti manjur. Kasus teranyar dialami Partai Golkar. Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, pamor partai Golkar kembali bersinar di mata masyarakat. Penyebabnya, karena masyarakat merasa lebih diperhatikan Golkar ketimbang PDIP.

Partai-partai Islam harus dapat mengambil ibroh dari kasus Golkar ini. Jika, mereka mau dilirik umat, maka kebijakan mereka harus mampu menyentuh persoalan umat. Sebaliknya, jika partai politik Islam lebih mengedepankan kepentingan pribadi atau partainya, maka nasibnya tidak akan jauh dari nasib yang dialami Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat ini. Mereka akan dikucilkan umat.

Pakar Sejarah Universitas Padjajaran Prof. Dr. Mansur Suryanegara menyatakan, dukungan rakyat akan setimpal dengan pengorbanan yang dikeluarkan partai. Ia menyarankan, agar partai-partai Islam membantu kalangan lemah sehingga penduduk yakin terhadap partai Islam.

Mengedepankan nilai-nilai Islam
Kekuatan partai Islam terletak pada sisi akhlak dan moral. Di era multi-partai ini, kesempatan buat partai-partai Islam untuk menarik simpati masyarakat dengan nilai-nilai islami seperti kejujuran, keadilan, kesejahteraan dan nilai-nilai mulia lainnya. Setiap aktivis Islam mesti meyakini kalau nilai-nilai Islam ini jauh lebih baik ketimbang money politis atau serangan fajar.

Anggota DPRD I Jawa Barat Yudi Widiana Adia menyatakan, bila partai Islam lebih mengutamakan kepentingan kekuasaan dan melupakan sisi moral maka partai Islam akan dikalahkan oleh partai sekular. Untuk membedakan dengan partai sekular, maka partai Islam harus memiliki ide-ide keislaman yang jelas, perilaku dan gaya politik Islam yang jelas pula.

Melaksanakan janji-janji
Janji adalah utang. Jika janji-janji itu diumbar saat kampanye, maka rakyat akan menuntutnya di kemudian hari kepada orang tersebut. Dalam sejarah, banyak partai politik tergelincir karena mengobral janji ke rakyat saat kampanye. Kasus teranyar dialami PDIP saat ini. Lantaran, terlalu banyak mengobral janji-janji saat kampanye dulu, sementara tak satu janji pun dilaksanakan, ia dikejar-kejar masa pendukungnya sendiri. Langkah paling aman buat partai Islam adalah mengurangi janji-janji, sebaliknya meningkatkan hasil kerja.n


Muhammad Hadidi Meraih Mimpi
  .


ANAXIIMENES




PENDAHULUAN
Oleh
Muhammad Hadidi
Universitas Muhammadiyah Malang
      ANAXIMENE lahir pada tahun [590-528] didalam sejarah filsafat kelihatan akal pernah menang, prnah kalah; hati pernah berjaya,juga pernah kalah; pernah juga kedua-duanya  sama-sama menang diantara ,keduanya dalam sejarah, telah terjadi pergumulan berebut dminasi dalam mengendalikan kehidupan manusia.
      Yang dimaksud dengan akal disini ialah akal  logis yang betempat dikepala; sedangkan hati ialah rasa yang kira-kiara yang bertempat didalam dada. Aka itulah yang menghasilkan pengetahuan logis yang disebut filsafat, seadngkan hati berdasarkan  pada dasarnya menghasilkan pengetahuan supraogis yang disebut pengeathuan mistik; iman termasuk disini.
      Rivalitas antara kdua-duanya telah terjadi didalam sejarah peradaban.titik merah yang disitu telah terjadi pertarungan hebat antara kedua-duanya mula-mula terjadi antara sofisme daan Socrates, yang keduanya credo ut intelligam-nya abad pertengahan dan Descartes,dan yang ketiga antara sofsme modern di satu pihak dan kant di pihak lain.pada zaman yunani kuno, secara puul rata akal menang; ini dihentikan oleh socartes sehingga akal and hati sama-sama menang; paad scolastik abad prtengahan kemenangan ada pada pihak hati[iman], yang dihenikan oleh Descartes. Sejak Descartes, iman yang kalah dan akal yang menang. Setelah itu ada lagi orang yang mengerem akal, yaitu kant. Hasilnya;kant memenangkan kedua-duanya. Hasil yang diperoleh  dalam pertarungan itu kira-kira begini;socartes meneguhkan kembali sains dan agama, kant juga demikian. Jadi, kalau begitu ,pertarungan akal and hati itu adalah pertarungan anara filsafat [rasio] dan agama [iman]. Ya begitulah kira-kira. Akan tetapi, bagaimana hal ini dapat dijelaskan?
      Cirri umum filsafat yunani ialah rasionalisme. Rasionalisme yunani mencapai puncaknya paad orang-orang Sufis. Untuk melihat arsiionalisme sofis perlu dipahami lata belakangnya dulu.latar belakang itu terletak pada pemikiran filsafat yang ada sebelumnya.

Referensi:
FILSAFATNYA
      ANAXIMANDER mencoba menjelaskan bahwa substansi pertaam itu besifat kekal and ada dengvan sendirinya[mayer,1950;19]. 













                     

AKUNTANSI PADA MODAL POKOK DALAM KONSEP ISLAM



 
A.    Makna Harta Dalam Islam
Oleh
Muhammad Hadidi
Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Malang

Islam sangat memperhatikan harta dengan menempatkannya sebagai tiang kehidupan. Syariat Islam mengandung kaidah – kaidah umum yang mengontrol cara mendapatkan uang, menyalurkannya, proses pertukaran dengan barang lain, operasionalnya, serta untuk menjelaskan hak – hak orang lain atau masyarakat dalam harta itu.
a.       Pengertian Harta dalam bahasa Arab
Dalam kamus Al – Muhith dijelaskan bahwa maal itu adalah apa saja yang kamu miliki, sedangkan dalam mu’jam Al Wasith, maal itu ialah segala sesuatu yang dimiliki seseorang atau kelompok, seperti perhiasan, barang dagangan, bangunan, uang, dan hewan.

b.      Pengertian Harta Dalam Al-Qur’an
Lafal maal terdapat pada banyak tempat di dalam Al-Quran dan juga dengan bermacam – macam nama, diantaranya:
-          Bahwa harta itu adalah sebagai sarana untuk menguji keimanan seorang mukmin ketika manusia mengalami kerugian
-          Bahwa Harta itu adalah milik Allah dan kepemilikan manusia pada harta itu hanya sementara

Jadi, yang dimaksud denga mal itu berbeda – beda sesuai dengan tempat di mana kata – kata itu disebutkan dalam Al-Qur’an. Akan tetapi makna harta secara umum ialah segala sesuatu yang disukai manusia, seperti buah – buahan ( hasil pertanian ), perak atau emas, binatang ternak, atau barang – barang lain yang termasuk perhiasan duniawi.

c.       Pengertian harta dalam As – Sunnah
Didalam kitab – kitab hadist terdapat banyak hadist yang mengandung kata maal. Dalam hadist – hadist yang ada, dipahami bahwa harta itu adalah tiang kehidupan dan sangat disukai oleh manusia serta harta juga termasuk sarana untuk menguji keimanan seseorang. Hal ini karena di antara tujuan hukum Islam memelihara harta dan tidak boleh berbuat zalim terhadap harta orang lain serta wajib menggunakan harta itu dalam hal – hal yang diridhoi Allah.
d.      Pengertian harta dalam istilah Fiqih
Dari pendapat – pendapat Ulama – ulama di atas dapat disimpulkan bahwa mal itu adalah segala sesuatu yang memiliki nilai – nilai legal, disukai ileh tabiat manusia, dimiliki, disimpan, dimamfaatkan secara syar’i dan bisa disimpan untuk waktu kebutuhan serta bebas mengelolanya.

Dari pengertian mal secara bahasa dalam Al-quran dan As-sunnah, pendapat para ulama fiqih dan ahli tafsir, dapat disimpulkan bahwa mal atau harta itu ialah segala yang di sukai manusia dan dimilikinya, dapat dipakai dan dapat disimpan untuk waktu yang akan datang serta dapat dimanfaatkan secara syar’I

B. Pembagian Harta dalam Konsep Islam

Dikalangan ulama fiqih ada pandangan lain dalam pembagian mal dari konsep akuntansi positif tradisional sebagai berikut.

a.       Pembagian mal dari segi Tujuannya
Sebagian ulama fiqih membagi mal atau harta dari segi tujuannya menjadi dua bagian, yaitu:
-          Mal yang tujuan awalnya untuk muamalah, yaitu keberadaannya sebagai harga untuk semua barang ( Uang )
-          Mal yang tujuan awalnya untuk diambil manfaatnya, yaitu keberadaanya untuk dimanfaatkan ( barang – barang )
b.      Pembagian Mal dari segi Pemakaiannya
Dari segi pemakaiannya Ulama – ulama fiqh membagi mal itu menjadi
-          Mal untuk mu’amalah yaitu semua harta yang tujuannya untuk digunakan dalam muamalah antar manusia dan juga sebagai alat untuk tukar menukar, artinya keberadaannya sebagai harta untuk barang – barang
-          Mal untuk intifa’ yaitu semua harta yang ditunjukan untuk dimiliki dan dipergunakan ( bukan untuk diperdagangkan )
c.       Pembagian Mal dari segi penilaiannya
Sebagian ulama fiqih membagi harta dari segi nilainya menjadi
-          Harta yang mengandung nilai yaitu harta yang telah ditentukan dan boleh dimanfaatkan serta dikelola secara bebas – seperti uang, barang dagangan, tanah, binatang ternak, makanan dan lain – lain – dan orang yang merusaknya harus memberikan jaminan ( pengganti )
-          Harta yang tidak bernilai yaitu harta yang dikhususkan dan tidak boleh dimanfaatkan kecuali dalam keadaan darurat. Seperti udara, cahaya, bulan, dan panas matahari adalah termasuk hal – hal yang tidak mungkin dimiliki.

C. Pengertian Modal Pokok dalam Islam

Pengertian maal tidak sama dengan ro’sul maal dalam konsep Islam. Adapun maal ialah lafal yang umum yang sudah diterangkan di atas, sedangkan ro’sul maal adalah bagian dari maal yang mempunyai nilai, terakumulasi, dan dapat berkembang selama mengoperasikannya di bidang – bidang yang bermanfaat dan berperan serta dalam aktifitas ekonomi
Yang dimaksud dengan kata ro’su dalam bahasa arab ialah atas segala sesuatu. Jadi ro’sul mal ialah modal pokok / awal seperti firman Allah
وإن تبتم فلكم رؤوس أموالكم لا تظلمون ولا تُظلمون (البقرة 279 )

              
   Adapun yang dimaksud dengan bagian ayat disini ialah amwal ribawi karena ia terdapat dalam susunan atau rangkaian ayat riba. Berdasarkan hal ini, seorang ahli ekonomi Islam kontemporer menyimpulkan bahwa sesungguhnya harta – harta ribawi yang ada dalam al-qur’an yang dinamakan oleh Allah dengan ro,sul mal bikanlah untuk dipakai oleh orang yang memilikinya, tetapi itu adalah kelebihan dari kebutuhan normalnya. Kalau tidak begitu, tentulah orang – orang yang menyimpan uang akan mengoprasikan uangnya melalui operasional dagang dengan cara meminjamkan kepada orang laindengan cara riba.
Adapun dalam perdagangan, yang dimaksud dengan ro’sul mal ialah ashlu maal yang terbagi pada dua macam: bagian yang digunakan untuk mua’malah, yaitu uang dan bagian yang digunakan untuk pemamfaatannya, yaitu suplay barang

D. Prinsip – prinsip Akuntansi Islam pada modal Pokok

Diantara tujuan syariat Islam ialah menjaga harta dan mengembangkannya melalui jalur -  jalur yang syar’I, untuk merealisasikan fungsinya dalam kehidupan perekonomian serta membantu memakmurkan bumi dan pengabdian kepada Allah SWT. Sumber – sumber hukum Islam telah mencakup kaidah – kaidah yang mengatur pemeliharaan terhadap modal pokok didalam peranannya:
1.      Tanwil dan Syumul ( mengandung nilai dan Universal)
Harus mempunyai nilai tukar di pasar bebas bisa dalam bentuk uang, barang milik, atau barang dagangan selama harta itu masih bisa dinilai dengan uang juga bisa berbentuk magaat, yang dalam konsep akauntansi positif disebut usul ma’nawiyah, seperti hanya seorang yang terkenal mempunyai nama baik dan hak – hak istimewa.
2.      Mutaqawwin ( bernilai )
Artinya dapat dimanfaatkan secara syar’I. Jadi., harta – harta yang tidak mengandung nilai tidak termasuk dalam wilayah akuntansi yang sedan dibicarakan, seperti khamar, faging babi , dan alat – alat petjudian
3.      Penguasaan dan pemilikan yang sempurna
Mal harus dimiliki secara sempurna dan dikuasainya sehingga ia dapat memamfaatkannya secara bebas dalam bermuamalah atau bertransaksi
4.      Keselamatan dan keutuhan ra’sul maal
Sistem akuntansi Islam menekankan pemeliharaan terhadap kapital yang hakiki, seperti yang tergambar dalam sabda Rosul:

مثل المؤمن مثل التاجر, لا يسلم له ربح حتى يسلم له رأس ماله وكذلك المؤمن لا تسلم له نوافله حتى تسلم له فوائضه ( متفق عليه )
Jadi kalau modal belum dipisahkan dan keuntungan telah dibagikan itu dianggap telah mengembalikan sebagian modal kepada si pemilik sahan.
Adapun yang dimaksud dengan selamatnya modal hakiki ialah  selamat dari segi jumlah, unit – unit materinya, dan daya tukar barang, bukan dari segi unit – unit uangnya dan juga bukan dari segi daya beli secara umum.

Perhitungan modal pada permulaan aktifitas dagang adalah suatu keharusan, begitu juga pada setiap akhir tahin. Perhitungan ini bertujuan untuk menjelaskan hak – hak dan juga untuk mengetahui kadar zakat mal. Adapun penilaian materi – materi dan kandungan midal itu harus berdasarkan kaidah – kaidah yang telah disebutkan keterangannya di dalam materi yang lalu.
Harta dan pertumbuhan harus sejalan dengan zakat mal berdasarkan undang – undang zakat harta perdagangan.


Akal Dan Hati Pada Abad Pertengahan
(Agustinus 354- 430 )
Oleh
Muhammad Hadidi
Jurusan Syariah FAI UMM

Pendahuluan
Seperti yang telah kita ketahui, pakar-pakar dalam ilmu filsafat sangat banyak, diantaranya : Thales, atau disebut Bapak Filsafat, Plato, Socrates, zeno, dan lain sebagainya. Yang mana mereka tersebut namanya diatas hidup pada zaman permulaan atau abad permulaan, atau bisa juga disebut pada zaman akal dan hati pada zaman yunani kuno.
Dan juga kita ketahui, pada abad pertengahan terdapat nama- nama seperti Plotinus, augustinus, anseumus, dan lain sebagainya. Yang sangat terkenal pada abad tersebut.
Pada tugas pada materi Filsafat Umum ini kami akan membicarakan masalah yang berkenaan dengan Agustinus yang berjaya  pada tahun 354- 430 M. Apabila kita membicarakan seseorang maka akan timbul pertanyaan pada kita, siapakah Agustinus itu sebenarnya ?, apakah pemikiranya tentang ilmu filsafat pada abad pertengahan ?. Itu semua akan kita bahas dalam tugas atau karya ilmiah ini.
Pembahasan.(http://muhammadhadidimeraihmimpi.blogspot.com)

22 Feb 2012


Gadisku..
oleh
Muhammad Hadidi
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatkanku begitu berani untuk mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tak pernah ku kenali. saya sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada sesiapa. Apatah lagi meluahkan sesuatu yang hanya ku khususkan buatmu. Sebelum tiba masanya. Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang ku jaga rapi selama ini semata-mata buatmu, Itulah hati dan cintaku, membuatkan saya tersedar dari lenaku yang panjang.

saya telah dididik ibu semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku kerana Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibubapa terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu.

Sepanjang umurku ini. saya menutup pintu hatiku daripada mana-mana lelaki kerana saya tidak mahu membelakangimu. saya menghalang diriku daripada mengenali mana-mana lelaki kerana saya tidak mahu mengenali lelaki selainmu, apatah lagi memahami mereka. Kerana itulah saya sedaya kudrat yang lemah ini membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. saya lebih bersifat ‘perumahan’ kerana rumah itu tempat terbaik buat seorang perempuan. saya sering sahaja berasa tidak selamat diperhatikan lelaki. Bukan saya menyangka buruk terhadap mereka, tetapi lebih baik saya berjaga-jaga kerana contoh banyak di depan mata.

Apabila terpaksa berurusan dengan mereka, akanku buat expressionless face dan cool. Akanku palingkan wajahku daripada lelaki yang asyik merenungku ataupun cuba menegurku. saya seboleh-bolehnya melarikan pandanganku daripada ajnabi kerana pesan Sayidatina Ai’syah Radhiallauanha, “sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidan dipandang”. saya tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah saya hanya cantik dimatamu.

Apa guna saya menjadi idaman lelaki sedangkan saya hanya boleh menjadi milikmu seorang. saya tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan saya merasa terhina diperlakukan begitu seolah-olah saya ini barang yang boleh dimiliki sesuka hati. saya tidak mahu menjadi punca kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharap sesutau yang tak dapat kuberikan.

Bagaimana akan ku jawab di hadapan Allah kelak andai disoal? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau ku tidak ingin kau memandang perempuan lain. saya dululah yang perlu menundukkan pandanganku. saya harus memperbaiki kelemahan dan menghias peribadiku kerana itulah yang dituntut Allah. Kalau saya inginkan lelaki yang baik menjadi suamiku. saya juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidakku nafikan, sebagai remaja saya memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun, setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah saya memgingatkan driku bahawa saya perlu menjaga perasaan ini kerana ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi lebihan lelaki lain. Lelaki itu berhak mendapat kasih sayang yang tulen, bukan yang telah dibahagi-bahagikan.

Diriku yang sememangnya lemah ini diuji Allah apabila seorang lelaki secara tidak sengaja mahu berkenalan denganku. saya secara keras menolak, tetapi dia tidak mahu mengalah. Lelaki itu tidak hanya berhenti di situ. Dia sentiasa menghubungiku dan menggangguku. saya berasa amat tidak tenteram, seolah-olah kehidupan yang ceria selama ini dirampas dariku.

saya terrtanya-tanya adakah saya berada di tebing kebinasaan. saya beristighfar memohon keampunanNya. saya juga berdoa agar Dia melindungi diriku daripada sebarang kejahatan. Kehadirannya membuatkan saya banyak memikirkanmu. Kau ku rasa seolah-olah wujud bersamaku. Di mana sahaja saya berada, aqal sedarku membauat perhitungan denganmu. Ku tahu yang melamarku itu bukan dirimu. Malah saya yakin pada gerak hati woman intuitionku yang mengatakan lelaki itu bukan kau.

saya bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih paasangan hidup. Siapalah diriku ini untuk memilih berlian sedangkan saya hanyalah sebutir pasir yang wujud dimana-mana…tetapi saya juga ada keinginan seperti gadis lain, dilamar lelaki yang bakal dinobat sebagai ahli Syurga dan memimpinku ke arah tuju yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah seindah Nabi Yusuf Alahissalam yang mampu mendebarkan jutaan gadis untuk membuatku terpikat. Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Luh Mahfuz, Allah pasti mencampakkan rasa kasih di dalam hatiku,,,,jua hatimu kali pertama kita berpandangan. Itu janji Allah. Akan tetapi selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan kau zahirkan perasaanmu itu kepadaku, kerana kau masih tidak mempunyai hak untuk berbuat begitu. Juga jangan kau lampaui batasan yang telah ditetapkan syarak. saya takut perlakuan itu akan memberi impak yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak…cukuplah dirimu yang diinfaqkan seluruhnya pada mencari redha Ilahi. saya akan rasa amat bertuah andai dapat menjadi tiang seri ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan saya amat bersyukur pada Ilahi kiranya akulah yang ditaqdirkan meniup semangat juangmu, menghulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akanku kesat darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

saya pasti berendam air mata darah andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Bukan itu yang ku mimpikan. Cukuplah engkau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu. Kerana dengan mencintai Allah kau akan mencintaiku keranaNya. Lantaran cinta itu lebih abadi daripada cinta insan biasa.

Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga. saya juga tidak ingin dilimpahi kemewahan dunia. Cukuplah dengan kesenangan yang telah diberikan ibubapaku dulu. Apa guna kau menimbun harta untuk kemudahanku sekiranya harta itu membuatkan kau lupa pada tanggungjawabmu terhadap agama. saya tidak akan sekali-kali bahagia melihatmu begitu. Biarlah kita hidup di bawah jaminan Allah sepenuhnya. Itu lebih bermakna bagiku...